Kritik Riset 2026: Anggaran Naik, Talenta Tertinggal
Tambahan anggaran riset tidak cukup tanpa rekrutmen, karier, fasilitas, dan ukuran serapan yang membuat talenta dapat bekerja dan bertahan.
15 Agustus 2026 · 11 menitMendorong inovasi sebagai mesin pertumbuhan jangka panjang. Fokus kajian adalah pendanaan riset, hilirisasi teknologi, dan daya saing inovasi global.
Kerangka pertanyaan untuk menilai dampak, bukti, dan pilihan kebijakan.
Kerangka pertanyaan untuk menilai dampak, bukti, dan pilihan kebijakan.
Kerangka pertanyaan untuk menilai dampak, bukti, dan pilihan kebijakan.
Kerangka pertanyaan untuk menilai dampak, bukti, dan pilihan kebijakan.
Tambahan anggaran riset tidak cukup tanpa rekrutmen, karier, fasilitas, dan ukuran serapan yang membuat talenta dapat bekerja dan bertahan.
15 Agustus 2026 · 11 menitKritik kebijakan percepatan hilirisasi riset 2026: tambahan anggaran Rp4 triliun dan Rp4,6 triliun DPR belum diiringi lembaga penghubung industri, sehingga 2.600 publikasi hanya menghasilkan 872 produk.
29 Agustus 2026 · 12 menitTambahan anggaran riset hanya akan berdampak jika diikuti reformasi kelembagaan, talenta, pendanaan berbasis tahap, dan jalur hilirisasi.
14 Agustus 2026 · 10 menitPeta jalan riset strategis harus menghubungkan masalah kementerian, pendanaan bertahap, talenta, industri, dan ukuran pemanfaatan.
15 Agustus 2026 · 12 menitAnalisis kebijakan percepatan hilirisasi riset nasional 2026: tambahan anggaran Rp4 triliun, program PRIMA BRIN-LPDP, dan kesenjangan talenta peneliti menuju Indonesia Maju 2045.
29 Agustus 2026 · 12 menitTambahan modal riset harus dikawal melalui satu peta jalan, pendanaan berbasis dampak, penguatan talenta, kemitraan industri, dan kerja sama teknologi yang terarah.
14 Agustus 2026 · 12 menitKritik terukur atas kontras antara pameran inovasi dan hilirisasi yang belum tuntas: 150+ produk riset BRIN dipamerkan ke Presiden pada Agustus 2026 dan anggaran riset nasional ditambah Rp4 triliun, tetapi 872 produk RIIM 2022-2025 belum punya angka adopsi industri yang terukur, rasio peneliti masih rendah, dan peta jalan riset strategis nasional belum mengunci target hilirisasi.
5 September 2026 · 11 menitAnalisis kebijakan Presiden menjadikan riset kebijakan publik sebagai tulang punggung pengambilan keputusan: konsolidasi Program PRIMA BRIN–LPDP yang baru diluncurkan, evaluasi dampak rekomendasi riset lintas kementerian, penguatan peta jalan riset strategis nasional, dan penyerapan standar internasional inovasi.
5 September 2026 · 11 menitPeta jalan riset strategis edisi 2026 dan sederet program hilirisasi diluncurkan berurutan, tetapi intensitas belanja riset nasional dan koordinasi antar-skema belum berubah sepadan. Kritik atas arsitektur kebijakan riset.
12 September 2026 · 9 menitAnggaran riset naik signifikan pada 2026, tetapi rasio peneliti Indonesia masih tertinggal jauh dari negara pembanding. Analisis kebijakan tentang formasi periset, skema pendanaan, dan produktivitas riset nasional.
12 September 2026 · 9 menitKritik atas kebiasaan menjadikan kenaikan peringkat Global Innovation Index sebagai bukti kemajuan riset nasional, padahal ukuran fondasi seperti rasio belanja riset terhadap produk domestik bruto dan keberlanjutan pendanaan kompetitif belum bergerak. Negara perlu mengejar kapasitas, bukan sekadar peringkat.
19 September 2026 · 10 menitAnalisis kebijakan tentang arsitektur permintaan riset: bagaimana PRIMA benar-benar dipesan, diserap, dan dipakai kementerian serta lembaga sebagai dasar keputusan.
19 September 2026 · 10 menitKenaikan anggaran riset telah diputuskan, tetapi negara belum menerbitkan ukuran hasil yang dapat diperiksa publik: berapa proporsi keluaran terpakai dalam kebijakan, berapa lama rentang pendanaan ke pemanfaatan, dan di mana publik memeriksanya.
26 September 2026 · 10 menitIndonesia memiliki banyak skema pendanaan riset yang tumbuh cepat, namun belum punya satu peta jalan operasional yang mengikat BRIN, Kemdiktisaintek, dan LPDP pada prioritas nasional yang sama beserta tenggat dan akuntabilitasnya.
26 September 2026 · 10 menit