Kritik Luar Negeri 2026: Banyak Forum, Sedikit Pengukur
Menguji kesenjangan antara luasnya agenda diplomasi Indonesia — BRICS, OECD, CPTPP, D-8 — dan minimnya indikator keterukuran serta kapasitas koordinasi domestik.
14 Agustus 2026 · 11 menitMembaca posisi Indonesia di panggung dunia: diplomasi bebas-aktif, perjanjian dagang, keanggotaan BRICS/OECD/CPTPP, dan perlindungan WNI. Fokus kajian adalah kepentingan nasional dalam tata dunia yang berubah.
Kerangka pertanyaan untuk menilai dampak, bukti, dan pilihan kebijakan.
Kerangka pertanyaan untuk menilai dampak, bukti, dan pilihan kebijakan.
Kerangka pertanyaan untuk menilai dampak, bukti, dan pilihan kebijakan.
Kerangka pertanyaan untuk menilai dampak, bukti, dan pilihan kebijakan.
Menguji kesenjangan antara luasnya agenda diplomasi Indonesia — BRICS, OECD, CPTPP, D-8 — dan minimnya indikator keterukuran serta kapasitas koordinasi domestik.
14 Agustus 2026 · 11 menitPernyataan TNI AL bahwa passex dengan China di timur Taiwan 'bukan war fighting' membuka pertanyaan strategis: Indonesia butuh kerangka kebijakan diplomasi pertahanan yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan di tengah rivalitas AS-Tiongkok.
16 Agustus 2026 · 12 menitLangkah pemerintah melanjutkan proyek gas Tuna di Laut Natuna Utara menguji konsistensi antara penegasan kedaulatan ZEE, kedekatan latihan dengan China, dan kemitraan pertahanan dengan Amerika Serikat.
23 Agustus 2026 · 12 menitMenjadikan politik luar negeri bebas-aktif sebagai mesin pertumbuhan: diplomasi ekonomi terukur, perlindungan WNI yang kuat, dan posisi strategis Indonesia di BRICS, OECD, dan CPTPP.
14 Agustus 2026 · 12 menitIndonesia menjalankan tiga jalur integrasi ekonomi sekaligus — aksesi OECD, aksesi CPTPP, dan keketuaan D-8 — yang harus disatukan dalam satu koordinasi, peta reformasi domestik, dan ukuran keberhasilan yang terukur.
15 Agustus 2026 · 12 menitAnalisis kebijakan luar negeri ekonomi 2026: keketuaan D-8, aksesi OECD dan CPTPP, keanggotaan BRICS, serta penyesuaian tarif AS di tengah ketidakpastian global.
29 Agustus 2026 · 12 menitPernyataan Presiden Prabowo (23 Juli 2026) bahwa Indonesia konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif diuji oleh serangkaian kontradiksi nyata: kemitraan pertahanan dengan AS, latihan bersama dengan Angkatan Laut China di dekat Taiwan, tarif 19 persen dari Washington di tengah perang dagang AS-Tiongkok, serta keanggotaan BRICS yang beririsan dengan aksesi OECD dan CPTPP.
30 Agustus 2026 · 13 menitAnalisis kebijakan Presiden menyiapkan agenda produktif Indonesia pada KTT BRICS ke-18 di New Delhi: mengunci hasil konkret kerja sama ekonomi digital, ketahanan pangan dan energi, serta stabilitas kawasan, sambil menjaga konsistensi dengan aksesi OECD-CPTPP dan politik luar negeri bebas-aktif.
5 September 2026 · 11 menitAnalisis kritik atas diplomasi Palestina 2026: lima langkah konkret Amman dan pertemuan Manila adalah pernyataan kebijakan yang kuat, tetapi momentum gencatan senjata menuntut peta eksekusi dengan penanggung jawab, tenggat, dan indikator yang dapat diaudit.
6 September 2026 · 11 menitIndonesia memimpin D-8 pada periode 2026-2027 di tengah agenda aksesi OECD dan CPTPP. Analisis kebijakan tentang cara mengubah keketuaan menjadi capaian perdagangan yang terukur.
12 September 2026 · 9 menitAksesi OECD memasuki tinjauan teknis dan CPTPP ditargetkan rampung 2027, sementara reformasi domestik yang menjadi prasyaratnya belum setara cepat. Kritik atas jarak antara ambisi diplomasi ekonomi dan kesiapan di dalam negeri.
13 September 2026 · 10 menitAnalisis kebijakan mengenai terjemahan keanggotaan Indonesia di New Development Bank menjadi pipeline proyek, syarat pinjaman, mitigasi risiko kurs, dan koordinasi dengan pembiayaan multilateral yang telah berjalan, dalam kerangka politik luar negeri bebas-aktif.
19 September 2026 · 10 menitPemerintah menjanjikan diplomasi yang berorientasi hasil, namun fungsi pelindungan warga negara dan penanganan pengungsi belum memiliki ukuran kinerja yang terbuka. Kritik atas tata kelola layanan konsuler dan kemanusiaan.
20 September 2026 · 10 menitAnalisis kebijakan mengenai perlunya satu kerangka eksekusi domestik yang menyatukan aksesi OECD, aksesi CPTPP, keanggotaan BRICS, dan keketuaan D-8 menjadi pekerjaan rumah regulasi yang terjadwal dengan lembaga, tenggat, dan indikator yang jelas.
26 September 2026 · 10 menitPerjanjian dagang timbal balik dengan Amerika Serikat diumumkan dengan angka besar, tetapi ukuran manfaat bersihnya bagi produsen dalam negeri belum dibuka. Kritik atas desain pelaporan hasil diplomasi ekonomi.
27 September 2026 · 10 menit