Sektor kebijakan

✈ Luar Negeri

Membaca posisi Indonesia di panggung dunia: diplomasi bebas-aktif, perjanjian dagang, keanggotaan BRICS/OECD/CPTPP, dan perlindungan WNI. Fokus kajian adalah kepentingan nasional dalam tata dunia yang berubah.

Fokus pembacaan

Topik utama

01

Diplomasi bebas-aktif

Kerangka pertanyaan untuk menilai dampak, bukti, dan pilihan kebijakan.

02

Perdagangan internasional

Kerangka pertanyaan untuk menilai dampak, bukti, dan pilihan kebijakan.

03

Keanggotaan global (BRICS/OECD)

Kerangka pertanyaan untuk menilai dampak, bukti, dan pilihan kebijakan.

04

Perlindungan WNI

Kerangka pertanyaan untuk menilai dampak, bukti, dan pilihan kebijakan.

Analisis Luar Negeri

luar & negeriAnalisis Kritik

Kritik Luar Negeri 2026: Banyak Forum, Sedikit Pengukur

Menguji kesenjangan antara luasnya agenda diplomasi Indonesia — BRICS, OECD, CPTPP, D-8 — dan minimnya indikator keterukuran serta kapasitas koordinasi domestik.

14 Agustus 2026 · 11 menit
luar & negeriAnalisis Kritik

Latihan di Timur Taiwan: Keseimbangan Bebas-Aktif yang Butuh Kerangka Jelas

Pernyataan TNI AL bahwa passex dengan China di timur Taiwan 'bukan war fighting' membuka pertanyaan strategis: Indonesia butuh kerangka kebijakan diplomasi pertahanan yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan di tengah rivalitas AS-Tiongkok.

16 Agustus 2026 · 12 menit
luar & negeriAnalisis Kebijakan

Luar Negeri 2026: Diplomasi Bebas-Aktif yang Terukur

Menjadikan politik luar negeri bebas-aktif sebagai mesin pertumbuhan: diplomasi ekonomi terukur, perlindungan WNI yang kuat, dan posisi strategis Indonesia di BRICS, OECD, dan CPTPP.

14 Agustus 2026 · 12 menit
luar & negeriAnalisis Kebijakan

Diplomasi Ekonomi 2026: Aksesi OECD-CPTPP dan Keketuaan D-8

Indonesia menjalankan tiga jalur integrasi ekonomi sekaligus — aksesi OECD, aksesi CPTPP, dan keketuaan D-8 — yang harus disatukan dalam satu koordinasi, peta reformasi domestik, dan ukuran keberhasilan yang terukur.

15 Agustus 2026 · 12 menit
luar & negeriAnalisis Kritik

Diplomasi Bebas-Aktif di Uji Kontradiksi: Antara Washington, Beijing, dan Jakarta

Pernyataan Presiden Prabowo (23 Juli 2026) bahwa Indonesia konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif diuji oleh serangkaian kontradiksi nyata: kemitraan pertahanan dengan AS, latihan bersama dengan Angkatan Laut China di dekat Taiwan, tarif 19 persen dari Washington di tengah perang dagang AS-Tiongkok, serta keanggotaan BRICS yang beririsan dengan aksesi OECD dan CPTPP.

30 Agustus 2026 · 13 menit
luar & negeriAnalisis Kebijakan

Luar Negeri 2026: Agenda Produktif Indonesia di KTT BRICS New Delhi

Analisis kebijakan Presiden menyiapkan agenda produktif Indonesia pada KTT BRICS ke-18 di New Delhi: mengunci hasil konkret kerja sama ekonomi digital, ketahanan pangan dan energi, serta stabilitas kawasan, sambil menjaga konsistensi dengan aksesi OECD-CPTPP dan politik luar negeri bebas-aktif.

5 September 2026 · 11 menit
luar & negeriAnalisis Kritik

Kritik Luar Negeri 2026: Aksesi Global dan Pekerjaan Rumah Domestik

Aksesi OECD memasuki tinjauan teknis dan CPTPP ditargetkan rampung 2027, sementara reformasi domestik yang menjadi prasyaratnya belum setara cepat. Kritik atas jarak antara ambisi diplomasi ekonomi dan kesiapan di dalam negeri.

13 September 2026 · 10 menit
luar & negeriAnalisis Kebijakan

New Development Bank dan Diplomasi Pembiayaan Pembangunan

Analisis kebijakan mengenai terjemahan keanggotaan Indonesia di New Development Bank menjadi pipeline proyek, syarat pinjaman, mitigasi risiko kurs, dan koordinasi dengan pembiayaan multilateral yang telah berjalan, dalam kerangka politik luar negeri bebas-aktif.

19 September 2026 · 10 menit
luar & negeriAnalisis Kebijakan

Kerangka Eksekusi Domestik atas Agenda Multilateral Indonesia

Analisis kebijakan mengenai perlunya satu kerangka eksekusi domestik yang menyatukan aksesi OECD, aksesi CPTPP, keanggotaan BRICS, dan keketuaan D-8 menjadi pekerjaan rumah regulasi yang terjadwal dengan lembaga, tenggat, dan indikator yang jelas.

26 September 2026 · 10 menit